Archive for July, 2011

16 Juli 2011

Hari ini:

1. Bangun pagi sama Yunia, ngobrol pagi-pagi dan langsung ngakak-ngakak cerita-cerita.

2. Berpisah dengan Yunia, ketemu pacar tersayang, Taqwim. Ke PVJ.

3. Karena sedikit ga enak badan, rencana langsung menuju kampus batal, adi ke kosan dulu.

4. Di kosan, internetan. Iseng ngecek web pasca sarjana ITB. Deg-degan. Buka pengumuman penerimaan. Alhamdulillah diterima di Program Studi Teknik Panas Bumi. (Gue: Geotermal Eksplorasi. Taqwim: Geotermal Rekayasa.)

5. Dengan mood yang sangat baik dan merasa kondisi sudah baikan, dan hujan juga udah berhenti, jam 3 atau 4-an langsung cabut ke kampus. Ngapain? Nonton arak-arakan wisuda. Kak Tara dan Alwin wisuda :D

6. Salam Geofisika, dapet Salam Swasta, foto-foto sama wisudawan wisudawati.

7. Beres serangkaian acara wisudaan, akhirnya tersisa 6 orang nongkrong di Coffee Toffee Labtek Biru ITB. Dan gue melakukan kebodohan yang sukses bikin 5 orang lainnya (Arum Wimar Ida Echa Taqwim) ketawa terbahak-bahak sampe nangis-nangis. Padahal di situ juga lagi ada evaluasi panitia wisuda. Untuk itu saya minta maaf karena telah mengganggu. :D

8. Pulang ke kosan. Dapet ‘cobaan’ dulu. Rantai motor Taqwim nyangkut. Narik-narik rantai malem-malem becek-becek dingin-dingin. Akhirnya manggil tukang tambal ban. Gue tergopoh-gopoh lari ke ATM terdekat, karena kenyataannya si Taqwim dan gue sendiri pun nggak megang cash sama sekali -___-

9. Ke Superindo Dago. Beli keperluan masak. Beli mi. Beli sampo. Beli pembalut juga.

10. Pulang dari Superindo, dapet cobaan lagi. Di parkiran kaki gue kepentok pelindung ban yang supaya ga nyepret-nyepret. Sakitnya bukan kepalang. Masih sakit sampe sekarang. Cidera.

11. Sampe di kosan tercinta lagi. Pincang sedikit. Bikin mie dobel. Taqwim tripel *GILA*.

12. Makan. Sehabis makan Taqwim ngantuk. Bobi.

13. Here i am. Sitting in front of my lappy, writing this.

14. Soon, will go to sleep, and sleep well thinking about you. :D

Rindu MEGASORF

Nggak tau kenapa tiba-tiba terbersit lagi nama ini, Megasorf, nama angkatan gue, Megasorf yang Mahsyur. Megasorf, singkatan dari nama 3 prodi di bawah naungan departemen Meteorologi, Geofisika, dan Oseanografi, yang kenyataannya pada saat nama itu dibuat departemen GMO sudah nggak ada. Dan lebih naasnya lagi, kami seangkatan waktu itu cuma 14 orang, dari prodi Oseanografi saja, karena Geofisika sudah dileburkan dengan prodi Teknik Geofisika, dan Meteorologi kosong untuk angkatan 2006. Jadi lah 14 orang ini bertahan hidup di prodi Oseanografi ditempa oleh Jendral-Jendril Himpunan Mahasiswa Geofisika Meteorologi Oseanografi (HMGM) yang jumlah panitianya bisa 2 sampai 3 kali lebih banyak dari jumlah total angkatan Megasorf yang hanya 14 orang itu.

Kuliah bareng, ospek bareng, ekskursi bareng, belajar di kosan Odit bareng, ngerjain tugas MPDO di himpunan bareng, dan masih banyak lagi kenangan tiu berseliweran di kepala gue sekarang. Momen-momen indah itu sudah lewat lama, semenjak satu persatu angkatan Megasorf lulus dari ITB. Baru lima orang sih, tapi kesibukan pekerjaan (bagi yang udah kerja) dan kesibukan merampungkan Tugas Akhir cukup membuat kami tidak saling berkumpul meski hanya sebentar saja.

Tapi lalu gue inget puisi yang pernah dibuat oleh salah satu teman SMA gue yang berjudul ‘Tentang Kita’, kira-kira bunyinya begini:

Tentang Kita

Kita tak perlu saling awas-mengawasi. Pun tak pernah tuli. Peduli, cukup.
Kita tak perlu saling kejar. Pun tak akan saling tinggal. Saling iring, cukup.
Kita tak perlu benar-benar lebur, satu. Pun tak akan benar-benar hancur. Percaya, cukup.
Kita tak perlu kebanyakan kata. Pun tak akan kehabisan kata. Kita, cukup.

[Andi Gunawan, Pebruari 2011]

Empat baris itu cukup menggambarkan. Puisi ini ditulis oleh teman gue waktu SMA yang pada saat ia menulis mungkin juga sedang merasakan apa yang gue rasakan sekarang. Rindu.

Ini yang sedang gue rasakan sekarang. Rindu yang utuh pada kebersamaan Megasorf. Kebersamaan-kebersamaan bahagia maupun getir yang sekarang semuanya terasa segala manis. Sudah pasti sih kenangan rame itu nggak bakal bisa diulang, tapi udah pasti juga kalo kenangan itu nggak akan pernah terhapus dari hati kita masing-masing.

Megasorf, baik-baik ya.



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.