Cita-cita ku.

Udah nggak diragukan lagi kalo gue udah lama banget nggak nyentuh blog gue kesayangan ini. It’s been a looooong time, unforgivable! But anyway, i have a mountain of stories to tell, really. Namun kali ini gue ingin bercerita, emmm.. bukan bercerita juga sih, tapi sharing aja, tentang CITA-CITA.

Beberapa hari yang lalu, entah kemarin, kemarinnya lagi atau kemarin kemanrinnya lagi *whatever!* ada obrolan kecil antara gue dan si pacar (masih si Supremlehaq itu, always be him) tentang cita-cita masa lalu waktu kecil. Mengingat diumur yang sudah kepala dua ini, kita sudah dituntut untuk mewujudkan cita-cita yang mungkin bukan cita-cita kita semasa kecil untuk mencari sesuap nasi sebongkah berlian. Amin.

Yang bisa ditebak ketika gue bertanya pertanyaan retoris ini pada Taqwim, “Emang cita-cita kamu dulu pas kecil apa ndut?” adalah mendapat jawaban “Pemain bola”. Yap sudah pasti, melihat betapa besar kecintaan dia pada olahraga ini *heran, padahal cuma bola gitu! ngapain sih dikejer-kejer? hihihi* . Terlebih dulu Taqwim tinggal di Manchester, dan sempat bersekolah bola di Menchester United Junior. Ga heran kan kenapa? Yang heran kenapa justru sekarang dia memilih untuk mendalami ilmu Geothermal sebagai seorang Engineer? Wallahualam.

Ketika Taqwim berbalik bertanya, “Kalo cita-cita kamu dulu?”

Well, gue adalah orang yang hidup dengan banyak banget cita-cita. Dari jadi penganten *WTH*, dokter, atlit renang, wanita karir, dan sebagainya, namun gue inget cita-cita gue pertama kali adalah menjadi SEORANG KRIMINAL. Entah itu perampok bank, pembunuh bayaran, mafia, apa lah! Tapi dulu sih gue pingin jadi perampok bank. KEREN! *GILO*

Di film-film barat yang dari dulu sering gue tonton, perampok bank selalu tampak keren di mata gue. Dengan outfit serba hitam from head to toe, bawa senjata laras panjang yang super canggih, keluar dari mobil van besar terburu-buru dan berjungkit-jungkit, dan saling komando antar kawanan yang super cool! Entah kenapa rasanya marvelous banget jadi salah satu perampok bank itu.

Namun, cita-cita itu tinggallah angan. Secara kalo diwujudkan berdosa juga dan akan banyak merugikan negara Indonesia tercinta karena sudah banyaknya kriminil-kriminil bertaburan diseantero bumi pertiwi ini *terlebih para koruptor itu!*, dan kalo gue jadi perampok trus ketangkep, masa iya gue menghabiskan asa hidup gue diganasnya penjara. Amit-amit jabang bayi. Mending berbuat sesuatu yang lebih berguna bagi diri sendiri dan hajat hidup orang banyak.

Dengan begitu, gue memutuskan untuk menjalani kuliah lagi sesuai dengan kemampuan fisik danĀ otak gue, magister Geothermal. Haha, coba kurang berguna apa lagi tuh jurusan? Geotermal adalah salah satu alternatif pasokan listrik di Indonesia, dimana listrik adalah salah satu roda penggerak kehidupan di Indonesia, DUNIA bahkan!

I like it! I like it and enjoy it more than being a bank-robber, may be. HAHAHA..

Advertisement

0 Responses to “Cita-cita ku.”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s





Follow

Get every new post delivered to your Inbox.