oke, jujur gue menulis post kali ini dalam keadaan MARAH. kenapa? silakan baca post gue kali ini. ya, mungkin dengan judul yang agak-agak juga, tapi yaaa.. silakan saja dibaca.
bagi yang belum tau, SWASTA adalah kependekan dari mahasiswa tingkat atas (atau mahasiswa tingkat akhir, juga bisa). dan entah mengalami distorsi makna apa kenapa dimana dan bagaimana, alumni pun juga disebut sebagai swasta. yaaa apapun itu pokoknya begitu lah.
jadi beberapa minggu yang lalu ada perkara cukup serius yang terjadi di himpunan mete. kenapa gue repot padahal gue sendiri adalah anak ose? yaaaa, faktor sejarah lah ada. pernah gue ceritakan di post-post masa lalu tentang himpunan mete dan ose yang dulunya masih satu himpunan GM. sehingga, karena saya masih diospek dengan cara GM dan dilantik sebagai anggota GM saya masih mau peduli sedikit ikut campur perkara masalah adek-adek di himpunan. tapi lebih pengen tau apa yang terjadi, dan berusaha memperbaiki, kalau bisa. oke back to the topic. jadi ada lah ini masalah antara himpunan mete dan mesin. perkaranya tentang penghinaan kebanggaan himpunan mesin oleh salah seorang anggota himpunan mete. anggota himpunan mesin merasa terhina, dan kasak kusuk heboh terjadi.
singkat cerita, dengan penuh kesadaran dan mengakui segala kesalahan, anak himpunan mete ini membuat permintaan maaf terbuka, salah satunya melalui facebook. gue senang karena meskipun dia sudah berbuat salah tapi dia BERJIWA BESAR mengakui kesalahannya dan MEMINTA MAAF. kenapa di capslock? silakan baca kalimat-kalimat saya di paragraf berikut.
permintaan melalui facebook itu udah pasti dilihat banyak orang, terutama para SWASTA dan ALUMNI, sebagian menanyakan ‘apa yang sebenarnya terjadi’ dan/atau ‘BUAT APA MINTA MAAF?!’. INI YANG MEMBUAT GUA MARAH! apa-apaan sih? WOY! orang berjiwa besar minta maaf disebut ‘PENGECUT BERBULU MAAF’ ??? konyol tau gak? ini hal terlucu yang pernah gue liat dari mulut dari orang-orang yang tadinya gue anggap hebat. ya! mereka yang dipanggil SUPER DUPER JENDRAL itu. bagaimana bisa seorang yang bersalah dan berjiwa besar mengakui kesalahan dan meminta maaf dibilang sebagai Pengecut Berbulu Maaf? HOW COME? mereka-mereka ini justru bilang ‘kalau mereka (maksudnya himpunan lain, red) salah sikat aja. ga usah pake minta maaf segala.’ ini apa-apaan sih? semakin tua kok bukannya semakin bijaksana sama masalah yang begini-beginian malah terlihat kayak orang KOLOT yang ga tau motif jalan berpikirnya. katanya swasta, katanya alumni, katanya super duper jendral, tapi kok malah manas-manasin? bukankah seharusnya kalian ini memberikan saran yang baik dan masuk akal seperti membesarkan adik-adik himpunan kalian ya instead of memojokkan mereka dan malah mengajak mereka untuk melakukan kesalahan yang lebih fatal? kan LUCU!
kalo kata dosen gue yang dulunya juga adalah seorang anggota himpunan GM, beliau bilang begini, “sense of belonging-nya sangat tinggi..
“. mungkin mereka merasa begitu karena mereka merasa dulu berjaya di himpunan dan sudah banyak berbuat untuk himpunan. ga salah sih, tapi ya caranya bukan ngompor. plis, itu aja yang dirubah, jangan kompor!
jadi gini ya mas-mas yang kayaknya bangga banget disebut “Berbuat kesalahan adalah hal biasa, membenarkan perbuatan yang jelas-jelas salah adalah gila, menyuruh orang berbuat jauh lebih salah lagi adalah KEJAHATAN.” plis, ini kalimat tolong diresapi baik-baik. kalau sudah, tolong bercermin, kalian itu swasta yang seperti apa?
karena menurut gue swasta atau alumni di himpunan gue itu ada macam-macam, misalnya: swasta yang ngga peduli sama urusan himpunan terlepas dia dari BP, lulus kuliah; swasta yang masih seneng ke kampus ikutan perkembangan himpunan dan senang memberikan saran yang baik-baik demi kemajuan himpunannya; swasta yang KOMPOR. nongol kalo ada event ribut-ribut, bukannya menenangkan keadaan malah memperkeruh dengan landasan yang nggak jelas apa. nah, gue yang mana? gue pun masih bercermin. namun selama ini gue berusaha menjadi yang biasa aja, mempercayakan keberlangsungan himpunan kepada yang muda-muda yang masih pegang kepengurusan. selama belum bobrok-bobrok banget gue nggak bakal ikut campur. gue yakin adik-adik di himpunan adalah manusia-manusia dewasa yang berpikir. mereka pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa campur tangan swasta atau alumni. toh pada kenyataannya, swasta dan alumni juga belum tentuu benar kok. so, pasal-pasal ospek semacam ‘senior selalu benar dan jika senior salah kembali ke pernyataan semula’ itu buang jauh-jauh. swasta dan alumni bukannya lebih tau, tapi HANYA mengalaminya lebih dahulu.
so, swasta tidak ALMIGHTY! alumni tidak ALMIGHTY. jadi kalau mereka salah, LAWAN! atau lembutnya, beritahu mereka baik-baik. kalo mereka bersikeras, CUEKIN aja.
that’s it. bagi yang merasa tersinggung? sini sidang gue. gue nggak takut. gue cuma berusaha menjadi benar. terimakasih.
Recent Comments